Remaja mengamuk di jalanan adalah tanda mereka kurang sibuk dengan aktivitas positif. Hobby penting bagi remaja untuk membatu menemukan arah hidup. Di balik hobby mereka punya orientasi, percaya diri, cita-cita, teman, dan peergroup yang berkualitas. Persoalannya tidak banyak remaja mampu temukan hobby-nya sendiri. Sebaliknya mereka sering tak tahu bahwa menyukai atau akan menyukai sebuah hobby. Solusinya jelas bukan ditanya apa hobby-mu melainkan orang tua membantu mereka mencari, menemukan dan mendekatkan remaja pada hobby tertentu yang terjangkau dan lakukan bersama. Titik ini adalah yang tersulit karena diperlukan keleluasaan waktu berdua dan keberanian. Remaja cuma ingin didengar sambil beraktivitas bukan dinilai dengan nasehat yang "parsial-generasi". Sedini mungkin adalah jawaban atas pertanyaan kapan sebaiknya anak dikenalkan pada hobby. Semoga kontemplasi ini bermaanfaat.........
Saturday, 12 November 2011
Remaja & Hobby
university,education,laptop,softwere
hobby,
kenakalan remaja,
remaja
Papua oh Papua
Kebijakan terlambat ini telah merogoh kocek pemerintah Indonesia sekitar Rp 29 triliun selama tahun 2002-2010. Pada kurun waktu ini pula, total dana menguap hasil temuan BPK mencapai Rp 4 triliun lebih. Dana yang terserap untuk daerah hanya 5%, itu pun masih bisa diperderdebatkan. Lalu masyarakat dapat apa? apakah mereka mendapat yang dibutuhkan? Penyelesaian dialog? Dialog apalagi kalau hanya melibatkan segelintir elit masyarakat yang tak berakar. Penelitian tentang Papua sudah lebih dari cukup untuk meledakkan gedung perpustakaan. Yang diperlukan adalah luangkan waktu untuk duduk membaca dan merumuskan jalan keluar.
Thursday, 3 November 2011
Periode Emas Orang Tua Menanamkan Pengaruh pada Anak
Sekuat apapun orang tua berusaha mempengaruhi anak, orang tua hanya punya waktu hingga anak berusia 14 tahun saja. Setelah itu anak akan lari pada sebaya (peer-group). Pembentukan karakter dan pola kedekatan dengan anak hanya punya waktu sependek itu. Setelah itu peer-group akan menggantikannya. Banyak orang tua merasa terhenyak memasuki periode ini. Sebenarnya ini proses wajar. Menarik kuat-kuat anak dalam lingkaran hegemoni pengaruh orang tua boleh jadi malah berakibat anak makin berlari. Satu-satunya harapan adalah percaya bahwa anak akan kembali ke pangkuan orang tua saat mereka membutuhkan. pada saat itulah orang tua harus siap.
Sekuat apapun hegemoni kasih sayang orang tua pada anak, mereka akan tetap lari pada peer-group. Tapi kedekatan yang dirintis sejak 0-14 tahun tak akan menguap percuma, saat peer-group tak menyediakan solusi, anak akan merunut kembali jalan pulang. Permasalahannya banyak orang tua menyiakan 0-14 tahun ini, mereka tak membangun jalan kumunikasi yang baik sehingga saat anak membutuhkan orang tua, mereka tak bisa pulang.
Wednesday, 26 October 2011
Mesin Korupsi
Berbicara korupsi di Indonesia jangan terjebak pada perilaku tokoh per tokoh koruptor. Perjuangan memberantas korupsi di Indonesia bukan berhadapan dengan tokoh melainkan sebuah mesin, baca: "mesin korupsi". Sebuah konstruksi sosial-budaya yang entah sengaja diciptakan atau tidak oleh sejarah untuk koruptif. Sadaratau tidak mesin inilah yang sedang dinaiki bangsa Indonesia hingga hari ini; ditradisikan, diwariskan, dan tetap istiqomah tergantung dengan mesin ini.
Bicara tentang melawan korupsi di Indonesia; diperlukan lebih dari sekedar obeng, tapi harus melibatkan semua alat guna membongkar mesin korupsi ini. Celakanya, mesin korupsi ini adalah bio-machine yang siap me-recover kerusakan dan gangguan pada dirinya (yang siap menggigit bila dipegang, apalagi diganggu). Untuk melawan diperlukan mesin tandingan yang mendedikasikan diri siap menderita "gigitan rabies" mesin korupsi.
Bicara tentang melawan korupsi di Indonesia; diperlukan lebih dari sekedar obeng, tapi harus melibatkan semua alat guna membongkar mesin korupsi ini. Celakanya, mesin korupsi ini adalah bio-machine yang siap me-recover kerusakan dan gangguan pada dirinya (yang siap menggigit bila dipegang, apalagi diganggu). Untuk melawan diperlukan mesin tandingan yang mendedikasikan diri siap menderita "gigitan rabies" mesin korupsi.
Saturday, 22 October 2011
Dialog Kontroversi TV one
Diskusi tentang harga diri di Jepang di TV One malam ini sangat menarik. TV One mengupas kontradiksi dalam pemaknaan harga diri orang Jepang. Ditampilkan 2 tokoh kontroversi dalam tayangan itu: Rin Sakuragi (bintang film porno Jepang) dan Naoto Kan (mantan Perdana Menteri Jepang dari Partai Demokrat Jepang (PDJ)). Bagian mana kontroversinya? Pertama, kedua tokoh ini menampilkan pertunjukan kontroversial yang mengagetkan terkait pekerjaan masing-masing. Kedua, profesi keduanya juga saling berseberangan. Rin Sakuragi tokoh kontroversial sebagai bintang film porno skala internasional yang telah menggeluti pekerjaannya sejak usia 18tahun. Dia tidak malu bahkan bangga pada pekerjaannya. Sementara Naoto Kan adalah tokoh kontroversial sebagai PM yang hanya menjabat 8 bulan karena mengundurkan diri. Ia mengundurkan karena skandal diantaranya gagal mengusir pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa.
Kontroversi berlanjut ketika dua tokoh "kontroversi" ini disandingkan. Orang mungkin segera setuju bahwa sikap Naoto Kan menunjukkan ke-perwira-an ala Bushido. Ia mundur karena malu tidak mampu mengerjakan tugas. Pada masa lalu orang Jepang melakukan harakiri karena malu tidak mampu mengerjakan tugas dengan benar. Inti sikap bushido adalah “malu” dimana seseorang merasa tidak terhormat lagi dimata publik sehingga perlu melenyapkan diri sendiri dari publik. Kontroversi kedua terjadi ketika persoalan malu ini seperti tidak berefek pada kemajuan industri film porno Jepang yang bahkan telah go international. Masyarakat Jepang tidak bereaksi atas kegiatan ini, pemasaran dan produksi film konten dewasa ini tetap transparan dan bebas. Pekerja film memperoleh posisi sama dengan bintang film “normal”. Sayang, TV One tidak memberikan analisis atas sajian perbandingan dua tokoh populer ini. Penonton dibiarkan menggantung dalam kontroversi analitik masing-masing.
Sesungguhnya analisis tidak terlalu sulit dibangun dimulai dari istilah. Istilah malu dalam bushido sangat spesifik menunjuk pada menjalankan tugas, perintah, atau dalam mengemban kepercayaan. Bushido mengembangkan tata nilai “malu” bagi masyarakat Jepang bila gagal dalam tugas, gagal menjalankan perintah, atau dalam mengemban kepercayaan/ amanah. Bertelanjang di muka publik hingga seni berhubungan badan menjadi arena “hallal” dalam koridor “kerja”; dengan kata lain yang mereka lakukan dalam rangka bekerja-menjalankan tugas. Orang Jepang melihat konteks berbeda hubungan intim dalam kerangka industri dengan kasus hubungan intim awam di taman kota. Pekerja industri seks selaras mental bushido bila serius berdedikasi dan berprestasi dalam pekerjaan mereka. Kesimpulannya, kedua tokoh Jepang yang ditampilkan TV One bukan kontroversi dalam kepala orang Jepang. Naoto Kan undur diri karena malu gagal dalam tugas sementara Rin Sakuragi tidak malu karena menjalankan tugas.
university,education,laptop,softwere
bushido,
film purno,
industri film porno,
Jepang,
kajian seni,
kontroversi,
malu,
TV One
Thursday, 6 October 2011
KISAH YANG MEMILUKAN: Mama I Love You...
Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahukan ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".
Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.
Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah gak bergerak lagi. Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.
Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".
TAMBAHKANLAH INI DI WALL (DINDING) ANDA UNTUK MENUNJUKKAN BAHWA ANDA MENENTANG KEKERASAN PADA ANAK!
from: http://bhongky.com/kisah-yang-sangat-memilukan-mama-aku-sangat-mencintaimu/
university,education,laptop,softwere
KDRT,
kekerasan orang tua,
pembunuhan,
sedih
Monday, 1 August 2011
Tampilan Facebook & Karakter Pemiliknya
Tampilan facebook bisa diposisikan sebagai sebuah panggung pertunjukan yang bertabur aneka simbol . Alhasil, karakter jiwa orang pun bisa dilihat dari tampilan facebook-nya. Ada orang berjiwa "merdeka" (tipe percaya diri, publik figur, pemegang otoritas, pakerja keras, sibuk, punya cita2 tinggi, sikap hidup posif, memandang masa lalu bukan masalah) biasanya tampil dgn foto diri dan identitas jelas. Foto-foto keluarga dan kegitan sehari-hari pun biasanya di share. Mereka yang jiwanya "terpenjara" (merasa menderita, tertutup, introfet, pemalu, penakut, rendah diri, memandang dunia negatif, traumatik, tak ada kerja, tanpa prestasi, pecundang, pengkhawatir, losser,kurang piknik) biasanya tampil "sembunyi" di facebook dgn. foto palsu, foto anak, miskin comment, sedikit foto, dan hanya bisa kasih jempol.
he....he.....
Thursday, 28 July 2011
Njawani
Pidato Yusuf Kalla di perhelatan Partai Nasdem memang mantap. Nyindir Demokrat, Golkar, PDIP mengena tapi adem. Menasihati Nasdem yang baru netas sebagai partai juga tidak menggurui. Pembawaan yang funny justru tampak mentes, miyayeni, nuwani, dan njawani. Inti kata2 dia: partai = trust (percaya). Jadi "jualan" partai itu intinya kepercayaan, yang panen suara adalah yang dipercaya orang. Ketika kepercayaan luntur jualannya tak laku. Seperti Asuransi, orang yang mau jadi nasabah adalah yang percaya bila kelak menderita kemalangan akan mendapat santunan.
Saturday, 9 April 2011
Bangsa Preman
Seorang teman mengaku ketakutan setengah mati pada ulah preman penagih hutang yang luas diberitakan media masa. Nggak perlu segitu takutnya kali, kita kan bangsa preman, ngapain juga takut preman? Di negeri preman tentu kebudayaan rakyatnya juga premanisme. Pendidikan premanisme sehari-hari membentuk karakter kita menjadi preman juga. Tradisi preman= adalah memaksakan kehendak pada orang lain.
Istilah memaksa memang debatable, namun apapun yang namanya memaksa (mau halus, mau main kasar, mau setengah kasar) namanya tetap memaksa. Apa contoh budaya preman yang diajarkan masyarakat kita? Ambil contoh yang sehar-hari: menerobos lampu merah, marah ketika tak sengaja bersenggolan di tempat umum, enggan menyiram pipis di wc umum,corat-corret tembok, asal tempel-menempeltembok orang, pasang baliho besar-besar di pinggir jalan sekalipun membahayakan, menggunakan trotoar (tempat pejalan kaki) untuk jualan, kebiasaan melanggar marka jalan, bis kota berhenti di tengah jalan saat naikin penumpang, mekanisme rebutan pembagian bantuan/sembako/zakat, suap, mark-up, ngompas tip jalanan, pemaksaan partai, memaksakan agama, menaikkan retribusi parkir di keramaian, kotak infak/sumbangan bodong, biro2 jasa yg mempercepat urusan, perusahaan tukang pukul, gang motor, tilang gaul, aksi pengawalan rombongan pejabat yang membahayakan, utang-saur padu, ngemplang, ganjal timbangan, garansi 3th tapi 2th sdh rusak tidak diganti, dll.
Sulit menuliskan semua tradisi premanisme di negeri ini bukan karena tidak ada tapi karena saking merebaknya kasus. Seorang teman tak setuju hal ini disebut budaya premanisme. Ituhanya sekedar contoh perbuatan anarkis katanya. Bagi aku apa bedanya? Perbuatan anarkis premanisme yang dilakukan masif berabad-abad tanpa penindakan keras dan sistematis untuk menghilangkannya, membuat pelaku dan masyarakatnya merasa ulah perbuatan yang betul, bahkan yang standart harus dilakukan. Kalau sudah begini akan membentuk perilaku budaya. Terbentuklah kita sebagai bangsa preman karrena telah mendapat warisan budaya premanisme yang adiluhung dari nenek moyang.
Istilah memaksa memang debatable, namun apapun yang namanya memaksa (mau halus, mau main kasar, mau setengah kasar) namanya tetap memaksa. Apa contoh budaya preman yang diajarkan masyarakat kita? Ambil contoh yang sehar-hari: menerobos lampu merah, marah ketika tak sengaja bersenggolan di tempat umum, enggan menyiram pipis di wc umum,corat-corret tembok, asal tempel-menempeltembok orang, pasang baliho besar-besar di pinggir jalan sekalipun membahayakan, menggunakan trotoar (tempat pejalan kaki) untuk jualan, kebiasaan melanggar marka jalan, bis kota berhenti di tengah jalan saat naikin penumpang, mekanisme rebutan pembagian bantuan/sembako/zakat, suap, mark-up, ngompas tip jalanan, pemaksaan partai, memaksakan agama, menaikkan retribusi parkir di keramaian, kotak infak/sumbangan bodong, biro2 jasa yg mempercepat urusan, perusahaan tukang pukul, gang motor, tilang gaul, aksi pengawalan rombongan pejabat yang membahayakan, utang-saur padu, ngemplang, ganjal timbangan, garansi 3th tapi 2th sdh rusak tidak diganti, dll.
Sulit menuliskan semua tradisi premanisme di negeri ini bukan karena tidak ada tapi karena saking merebaknya kasus. Seorang teman tak setuju hal ini disebut budaya premanisme. Ituhanya sekedar contoh perbuatan anarkis katanya. Bagi aku apa bedanya? Perbuatan anarkis premanisme yang dilakukan masif berabad-abad tanpa penindakan keras dan sistematis untuk menghilangkannya, membuat pelaku dan masyarakatnya merasa ulah perbuatan yang betul, bahkan yang standart harus dilakukan. Kalau sudah begini akan membentuk perilaku budaya. Terbentuklah kita sebagai bangsa preman karrena telah mendapat warisan budaya premanisme yang adiluhung dari nenek moyang.
Thursday, 24 March 2011
Rendah Hati Gaya Bushido
Seperti yang kita tahu, Jepang telah menolak bantuan tenaga relawan Indonesia untuk membantu menangani bencana gempa & tsunami di negaranya. Tentu ini harus dimaklumi karena mereka lebih punya pengalaman, pengetahuan, & standart yang tinggi dalam penanganan bencana di negerinya. Tapi kagum juga menyimak pidato Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Ia mengatakan bahwa, “ ...kami mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah dan bangsa Indonesia ...Jepang akan bangkit mencontoh Indonesia yang berhasil mengatasi bencana alam...” Cara unik gaya bushido untuk menolak bantuan asing. Betapa anggun ungkapan dari sebuah negara maju --yang padanya melekat icon kemajuan peradaban dan teknologi-- mau menggunakan kerendahan hati untuk tidak menyinggung hati bangsa lain, meskipun hanya Indonesia yang posisinya serba tertinggal.
Subscribe to:
Posts (Atom)


